Masyarakat sering menganggap Hak Merek dan Hak Paten itu memiliki arti yang sama. Padahal Hak Merek dan Hak Paten merupakan bentuk perlindungan kekayaan intelektual yang berbeda. Berikut adalah perbedaan antara Hak Paten dan Hak Merek; 

Dasar Hukum

Di Indonesia terdapat undang-undang yang mengatur Hak Merek dan Hak Paten. Dasar hukum masing-masing hak itu diatur dalam undang-undang yang berbeda. 

  • Hak Merek:  

Hak Merek secara khusus diatur oleh Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek). Pasal 1 angka 1 menjelaskan, “Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 dimensi dan/atau 3 dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

  • Hak Paten 

Definisi Hak Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. 

Hak Paten diatur oleh Undang-Undang No. 13 Tahun 2016 tentang Paten sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Paten). 

Kedua Undang-undang itu memberikan kerangka hukum yang mengatur persyaratan, pendaftaran, perlindungan, dan penggunaan Hak Merek dan Hak Paten di Indonesia. Selain itu, terdapat juga peraturan pelaksanaan yang lebih spesifik yang mengatur prosedur dan ketentuan teknis terkait Hak Merek dan Hak Paten. 

Jangka Waktu Perlindungan

Berdasarkan Pasal 35 ayat 1 dan 2 UU Merek, Hak Merek memiliki jangka waktu perlindungan selama 10 tahun sejak waktu penerimaan, dan dapat diperpanjang kembali dalam jangka waktu yang sama. 

Permohonan perpanjangan diajukan secara elektronik atau non-elektronik dalam bahasa Indonesia oleh pemilik merek atau kuasanya dalam jangka waktu enam bulan sebelum berakhirnya jangka waktu perlindungan.

Jika perlindungan Hak Merek dapat diperpanjang, sebaliknya perlindungan Hak Paten tidak dapat diperpanjang. Hak Paten diberikan selama 20 tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang (Pasal 8 UU Paten). Sedangkan, jangka waktu paten sederhana hanya diberikan selama 10 tahun dan tidak dapat diperpanjang. 

Merek merupakan objek yang dilindungi dalam kegiatan usaha atau perdagangan berupa tanda/simbol untuk membedakan barang dan/atau jasa. Sedangkan paten harus dilindungi dalam bentuk produk/proses, atau perbaikan dan pengembangan produk atau proses.

Contoh 

Contoh Hak Merek:

  1. Adidas: Merek terkenal yang melambangkan produk-produk olahraga, seperti sepatu, pakaian, dan aksesori yang tidak asing dikenal dengan logo Tiga Garis Diagonal.
  2. Coca-Cola: Merek minuman ringan yang dikenal di seluruh dunia.
  3. Apple: Merek perangkat elektronik seperti iPhone, MacBook, dan iPad.
  4. McDonald’s: Merek restoran cepat saji yang dikenal dengan logo M berbentuk busur emas.

Contoh Hak Paten:

Berikut ini beberapa contoh hak paten yang terdaftar dalam Data Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI); 

  • Peralatan Pembersih Udara Berteknologi Plasma 

Nomor paten: IDP000052795 

Inventor sekaligus pemegang paten: Dr. Muhammad Nur 

  • Komposisi untuk Mengolah Air Gambut Menjadi Air Bersih 

Nomor paten: IDS000002321

Inventor sekaligus pemegang paten: Dr. Drs. Muhammad Naswir, KM.M.Si

  • Proses Pengolahan Sirup Kulit Buah Mahkota Dewa 

Nomor paten: IDS000003910 

Pemegang paten: Universitas Diponegoro Inventor: Sri Winarni dr., M.Kes, Dr. Agus Setyawan S.Si., M.Si, Fahmi Arifan, ST., M.Eng, dan Asri Nurdiana, S.T., M.T 

  • Metode Pembuatan Vaksin Anti-Idiotype Rabies dengan Memanfaatkan Telur Ayam sebagai Bahan Baku Vaksin 

Nomor paten: IDP000045601 

Pemegang paten: LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani Inventor: Dr. Sayu Putu Yuni Paryati., drh., M. Sing, Prof. Dr. Retno D. Soejoedono, MS, dan dr. Eka Noneng Nawangsih, M.Kes Sistem

  • Proses Pemisahan Itrium-90 dari Strontium-90 Berbasis Elektrokromatografi Nomor paten: IDP000057943 

Pemegang paten: Badan Tenaga Nuklir Inventor: Sulaiman, Adang Hardi Gunawan, Abdul Mutalib, dan Artadi Heru Wardoyo  

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Hak Merek dan Hak Paten memiliki perbedaan yang mendasar baik terkait dasar hukum, masa perlindungan, dan berbagai contoh objek dari masing-masing kedua hak tersebut. 

Hak Paten melindungi tanda atau simbol yang membedakan produk atau layanan dari perusahaan lain, sedangkan hak paten melindungi penemuan baru dalam bentuk produk atau proses. Dengan mengetahui perbedaan antara Hak Merek dan Hak Paten serta memahami dasar hukum yang mengatur keduanya menjadi penting untuk melindungi hak kekayaan intelektual dan mendorong inovasi dalam berbagai bidang industri dan teknologi.

Baca Juga: DAFTAR PATEN ITU MUDAH

Translate »
× Konsultasi Sekarang